~aku ingin - Sapardi Djoko Damono
Namanya ....... aku menyukainya. Semangat hidupnya, setiap pikiran positif yang selalu dia berikan. Aku tau rasa ini tak mungkin berbalas tapi aku menikmatinya. Aku menyukainya, aku mengaguminya. Biarlah rasa ini ku simpan di dasar hati terdalam, tak akan ku biarkan siapapun tahu, bahkan sebatang rumputpun rasanya aku tak ingin membiarkannya mengetahui rasa ini. Dia mampu mendobrak pertahanan hati yang selama ini ku tutup rapat.
Dalam
diam aku hanya bisa memperhatikan dia, mengetahui dia ada, itu rasanya sudah
cukup. Dia… rasanya begitu berbeda, bahkan aku sama sekali tak keberatan jika
hanya menjadi tempat dia mengeluh disaat dia merasa bosan.
Seperti
inikah rasanya jatuh cinta? Setelah sekian lama, rasanya aku baru merasakan
lagi perasaan yang meletup-letup seperti ini. Rasanya seperti ada jutaan
kupu-kupu yang beterbangan dalam hatiku setiap kita berkomunikasi, “teruslah
bicara, suara dan rupamu adalah keindahan kecil, tetapi lebih elok daripada
semesta” hatiku bergumam. Cinta tak
harus memiliki bukan? Aku menikamti setiap rasa ini. Indah…iyaa dia begitu
indah.
Saat
ada kesempatan untuk menghabiskan satu hari bersama, rasanya aku tak ingin
menyia-nyiakan kesempatan itu, ada di dekat dia, berdiri di samping dia,
rasanya itu sudah cukup.
24 April 2015, Curug Putri
Pelangi.
Saat matanya bertemu mataku, aku sempat
menatap bola matanya. Coklat. Sepasang bola mungil itu lebih indah dari pada taman.
Bagiku, dia adalah kehangatan yang menjadikanku logam galium, meleleh pada suhu
sehangat bahasa tubuhnya. Masih sulit ku percaya bisa menghabiskan satu hari
bersama dia, bunga tidur itu mekar sungguhan di alam sadarku. Bahasa tubuhnya
ku nikmati lagi dalam tatapan yang lebih wajar, geliat girangku ku sembunyikan
di balik pengendalian diriku. Kontak fisik kecil yang dia ciptakan menjadi
kejutan tersendiri bagiku, lebih hangat dari pada mimpiku.
Jatuh cinta itu untuk di rasakan, bukan
di ceritakan. Mendefinisikan keangkuhan cinta yang dicerabut dari dalam dadamu
oleh seseorang adalah rasa yang paling sulit di ungkapkan. Semua orang memiliki
konsep dan rencana, hingga mereka jatuh cinta. Semua orang terlahir dengan akal
sehat, hingga mereka jatuh cinta. Semua orang mengakui rumitnya matematika
integral empat dan akuntansi rekonsiliasi delapan kolom, hingga mereka jatuh
cinta. Seangkuh itu cinta.
~Rons Imawan
~Rons Imawan
Maka begitulah aku, hanya mengaguminya
dan mencintainya dalam diam. Aku menganggap kesempatan melihat dia sebagai
dosis layaknya obat, membuatku bertahan dari menyedihkannya cinta sepihak.
Rasanya
bermimpi untuk memiliki dia saja aku tak sanggup, bukan...bukan dia yang tak
pantas untuk ku, tapi aku yang tak
pantas untuk seseorang yang sempurna seperti dia. Jadi biarlah rasa ini ku
simpan sendiri, memperhatikannya dari jauh dan melihat setiap senyum yang mengembang darinya itu saja sudah cukup untuk ku.
Terimakasih
Semesta, karena telah mempertemukan aku dengan dia yang begitu indah.
Aku tak akan pernah berharap, kau memiliki perasaan yang sama terhadapku. Aku akan mencintaimu dengan cara meremukkan harapan itu menjadi remah-remah roti yang siap di telan ayam.
.
Aku tak akan pernah berharap, kau memiliki perasaan yang sama terhadapku. Aku akan mencintaimu dengan cara meremukkan harapan itu menjadi remah-remah roti yang siap di telan ayam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar